Rabu, 17 November 2021

Baca 2 Ayat Ini Tiap Malam, Insya Allah Rezeki Lancar 7 Keturunan

 



Terdapat 2 ayat di dalam al-Qur’an yang bila dibaca tiap malam hingga orang yang membacanya hendak dikasih kecukupan 7 turunan. 2 ayat aja? Iya, cuma 2 ayat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Siapa yang membaca 2 ayat terakhir dari tulisan al-Baqarah pada malam hari, tentu dia tercukupi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam nuzhatul muttaqin syarah riyadhush shalihin, syaikh dokter Mustofa Said al-Khin, syaikh dokter Mustofa al-Bugho, syaikh Muhyidin Mistu, syaikh Ali asy-Syirbaji dan juga syaikh Muhammad Amin Luthfi menegaskan bahwa,

salah satu arti tercukupi dalam hadits ini merupakan tercukupi seluruh keperluan dunia dan juga akhiratnya dan terhindarkan dari seluruh kejahatan.

Hadits ini pula yang dicantumkan oleh ibnu katsir dikala menarangkan keutamaan 2 ayat terakhir tulisan al-Baqarah ini dalam tafsirnya.

2 ayat terakhir dalam tulisan al-Baqarah tersebut tidak lain merupakan firman-Nya:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ () لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.

Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.’

Dan mereka berkata, ‘Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.’

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.

(Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir’.” (QS. al-Baqaroh: 285-286)

Bila dirasa berguna silahkan share kepada yang lain.

Sumber: islamdetikini.com

Label: , , ,

Jumat, 27 September 2019

Ujung Gaun Bersentuhan dengan Tanah, Sahkah Digunakan untuk Shalat?

Ujung Gaun Bersentuhan dengan Tanah, Sahkah Digunakan untuk Shalat?

BincangSyariah.Com – Kesucian pakaian yang digunakan shalat merupakan salah satu syarat agar shalat yang didirikan sah. Namun bagaimana jika ujung kain dari gaun yang digunakan bersentuhan dengan tanah, sahkah shalat yang dilakukan?
Menurut Ibnu Rusy dalam Bidayatul Mujtahid, status ujung kain yang bersentuhan dengan tanah adalah ma’fu (dimaafkan, ditolelir). Begitu juga dengan ujung kain yang bersentuhan dengan tanah yang basah, asalkan tanah yang dilewati sesudah tanah yang basah tersebut kondisinya bersih/suci, maka statusnya tetap ma’fu.

Abu Dawud telah mengetengahkan Hadis yang menyebutkan bahwa seorang wanita dari kalangan bani Abdul Asyhal berkata: “Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya jalan yang kami lalui menuju masjid dalam kondisi kotor. Maka bagaimana kami harus berbuat jika terjadi hujan?’ Rasulullah lalu bersabda:

أليس بعدها طريق هي أطيب منها قالت قلت بلى قال فهذه بهذه

‘Bukankah sesudah jalan tersebut ada jalan lain yang tanahnya suci?’ Wanita tersebut menjawab: ‘Benar.’ Nabi bersabda: ‘Yang ini dengan yang itu.’”

Maksudnya, najis yang berasal dari jalan yang satu secara otomatis dibersihkan dengan tanah suci yang berada di jalan yang lain itu. Hal ini senada dengan penjelasan Rasul lainnya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahli Hadits yang Empat selain Nasa’i dari Ummu Salamah, bahwa seorang wanita pernah berkata kepadanya,

“Sesungguhnya pancung (ujung) kainku panjang dan jika berjalan aku melewati tempat yang kotor. Bagaimana ini?” Lantas ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

يطهره ما بعده

“Tanah suci yang ada di jalan sesudah jalan yang kotor itu otomatis menjadi pembersihnya.””

Sumber : bincangsyariah.com

Label:

Ini Cara Agar Kita Tetap Bersyukur Melihat Orang Lain Lebih Kaya

Ini Cara Agar Kita Tetap Bersyukur Melihat Orang Lain Lebih Kaya

BincangSyariah.Com – Kelebihan harta, pengetahuan, dan lainnya yang kita miliki merupakan anugerah dari Allah Swt. Allah pasti memberikan anugerahnya pada orang yang tepat dan bersyukur. Kenikmatan yang Allah berikann pada seseorang terkadang membuat orang tersebut justru bukan malah bersyukur, tapi mengeluh. Ini karena ia seringkali membandingkan dirinya dengan orang lain yang tingkatan sosial atau ekonominya di atas dirinya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw. bersabda.


إِذا نَظَرَ أحَدُكُم إِلَى مَنْ فَضَلَ عليهِ من المَالِ والخُلُقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هوَ أسْفَلُ منه

Saat Anda melihat orang yang melebihi Anda dari segi harta dan rupa, maka cobalah lihat juga orang yang berada di bawah Anda (HR Bukhari dan Muslim).

Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengutip nasihat Imam al-Ghazali mengenai tipu daya setan yang selalu menggoda manusia untuk tidak merasa puas atas apa yang didapat.

قال الغزالي: والشيطان أبدا يصرف وجهه بنظره إلى من فوقه في الدنيا فيقول: لم تفتر عن الطلب وذوو المال يتنعمون؟ ويصرف نظره في الدين إلى من دونه فيقول: ولم تضيق على نفسك وتخاف الله وفلان أعلم منك وهو لا يخافه والناس كلهم مشغولون بالنعم فلا تتميز عنهم بالشقاء؟ فعلى المكلف مجاهدة اللعين ورده

Imam al-Ghazali berpesan: “Setan itu selamanya selalu memalingkan pandangan manusia dan diarahkan pada orang yang berada di atasnya (secara sosial dan ekonomi). Setan membisiki, “Mengapa Anda bermalas-malasan mencari duniawi, sementara orang-orang kaya bersenang-senang terus?” Sementara itu, setan akan memalingkan pandangan manusia dan diarahkan pada orang yang berada di bawahnya dalam masalah ketaatan beribadah.

“Sudahlah jangan berpayah diri dan takut pada Allah. Orang yang lebih pintar daripadamu saja tidak takut pada Allah kok. Orang-orang lain sibuk mencari kenikmatan. Masa sih kamu menganggap mereka celaka?” goda setan pada manusia. Oleh karena itu, seorang mukalaf bersungguh-sungguhlah dalam memerangi setan yang terkutuk dan menentangnya. Wallah alam bis shawab

Sumber : bincangsyariah.com

Label:

Saat Masuk Islam, Benarkah Dosa-dosa Terdahulu Terhapus?

Saat Masuk Islam, Benarkah Dosa-dosa Terdahulu Terhapus?

BincangSyariah.Com – Setiap orang yang baru masuk Islam dikenal dengan mualaf. Hidayah yang datang kepada setiap mereka yang mualaf berbeda-beda. Ada yang mulus dan ada pula yang berliku sampat medapatkan tantangan keras dari keluarga besar. Namun berkat keyakinan yang kuat, lika liku tersebut bisa dilalui dengan baik.
Hidayah seseorang memang hanya dalam kendali Allah. Siapa saja yang Allah beri petunjuk kepada Islam, maka tak ada satupun yang bisa menghalanginya, begituun sebaliknya. Tak ada seorangpun yang bisa memberikan petunjuk dan hidayah kecuali Allah, bahkan kepada orang terkasih pun. Dalam QS Al Qashah ayat 56 Allah mengingatkan:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Beruntunglah orang yang mendapat hidayah Islam. Tidak hanya diistimewakan dengan hidayah yang datang, melainkan Allah jadikan Islam sebagai mahar untuk menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan yang pernah dikerjakannya dahulu. Jika seorang non muslim sudah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah ampunkan dosa-dosa terdahulunya.

Dengan demikian, terjawab sudah jika ada seseorang yang masih bertanya “benarkah dengan masuk Islam, terhapuslah segala dosa-dosa terdahulu?” karena sesungguhnya Allah benar-benar menjadikan orang yang beru masuk Islam sebagai manusia yang suci dari segala dosa. Penjelasan tersebut berdasarkan  hadis rieayat dari ‘Amr bin al-‘Ash  yang menceritakan saat dirinya masuk Islam. Beliau berkata,

لَمَّا جَعَلَ اللَّهُ الإِسْلامَ فِي قَلْبِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقُلْتُ : ابْسُطْ يَمِينَكَ فَلأُبَايِعْكَ . فَبَسَطَ يَمِينَهُ ، قَالَ : فَقَبَضْتُ يَدِي . قَالَ : مَا لَكَ يَا عَمْرُو ؟ قَالَ : قُلْتُ : أَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِطَ . قَالَ : تَشْتَرِطُ بِمَاذَا ؟ قُلْتُ : أَنْ يُغْفَرَ لِي . قَالَ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

“Ketika Allah menjadikan Islam dalam hatiku, aku mendatangi Nabi, aku berkata: bentangkanlah tanganmu, aku akan berbai’at kepadamu. Maka Nabi membentangkan tangan kanannya. Dia berkata: maka aku tahan tanganku (tidak menjabat tangan Nabi ). Nabi  bertanya: Ada apa wahai ‘Amr? Dia berkata: Aku ingin meminta syarat.

Nabi bertanya: Apakah syaratmu? Maka aku berkata: Agar aku diampuni. Maka Nabi  berkata: Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya.” (HR. Muslim)

Sumber : bincangsyariah.com

Label:

Kamis, 26 September 2019

Kisah Mansa Musa, Orang Terkaya Dunia Saat Mendapatkan Kekayaannya dan Kehilangan Hartanya

Kisah Mansa Musa, Orang Terkaya Dunia Saat Mendapatkan Kekayaannya dan Kehilangan Hartanya

Berbicara soal orang-orang kaya di dunia, tampaknya nama Mansa Musa adalah orang terkaya yang belum tertandingi hingga saat ini.
Bahkan orang terkaya dunia saat ini Jeff Bezos dengan kekayaan 131 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp2.158 triliun, angka tersebut belum ada apa-apanya dengan kekayaan Musa.

Mengutip Time melalui Daily Mirror pada Minggu (7/4/2019), Musa adalah penguasa Mali pada abad ke-14 yang digambarkan lebih kaya dari siapapun yang pernah hidup di muka bumi ini.

Dia memiliki kekayaan jauh lebih besar daripada orang terkaya dalam sejarah, Kaisar Romawi Agustus Caesar.

Meski begitu kaya raya, para sejarawan mengatakan bahwa dia juga terlalu dermawan pada orang-orang yang ditemuinya.

Bahkan pengeluaran karena kedermawaan yang tak terkendali itu, pada akhirnya menyebabkan penurunan harta kerajaannya.

“Bayangkan sebanyak emas yang Anda pikir bisa dimiliki manusia, dan digandakan itu diberikan pada semua orang yang dilihatnya,” kata Rudolf Ware, profesor sejarah di University Michigan.

Musa menjadi penguasa Mali menggantikan Abu-Bakr II yang kehilangan takhta, pada tahun 1312, yang menghilang ketika melakukan perjalanan laut di tepi Samudra Atlantik.

Kemuidan, Musa mewarisi kerajaan yang ditinggalkan pada saat negara Eropa sedang terjadi perang saudara dan kekurangan sumber daya.

Pada saat itu, Mali diberkahi dengan sumber daya alam yang menguntungkan terutama adalah emas.

Di bawah pemerintahan Musa, negeri itu tumbuh hingga tiga kali lipat, dan masyarakatnya hidup makmur.

Salah satu sumber kekayaanya adalah dari 24 kota termasuk pusat perdagangan penting di Timbuktu.

Saking kayanya kaisar Mali ini menyumbang setengah dari emas Dunia Lama.

“Sebagai penguasa Musa memiliki akses yang hampir tidak terbatas ke sumber kekayaan yang paling bernilai pada abad pertengahan,” kata Kathleen Bickford Berzock, spesialiasai seni Afrika.

“Pusat-pusat perdagangan utama yang berdagang emas dan barang-barang lainnya juga berada di wilayahnya, dan dia mengumpulkan kekayaan dari perdagangan ini,” lanjutnya.

Baru pada tahun 1324 dunia luar melihat kekayaan raja yang menakjubkan.

Setelah kekayaannya terus meningkat, Musa pernah melakukan perjalanan ke Mekkah yang paling terkenal dalam sejarah.

Dia melewati Kairo, Mesir dengan rombongan berisi 12.000 wanita budak yang mengenakan gaun brokat dan sutra Yaman.

Serta bersama karavan yang berisi total 60.000 orang, dan semuanya berangkat menuju kota suci Mekkah untuk ibadah haji.

Pada saat melewati Kairo, Musa melihat orang-orang menyambutnya di jalan, kemudian dia menyebarkan emas yang dibawanya kepada orang-orang tersebut.

Akibatnya, harga emas di Mesir jatuh, dan mengakibatkan keruntuhan ekonomi negara tersebut. karena semua orang memilikinya.

Bahkan butuh waktu selama 12 tahun untuk membalikan perekonomian Mesir, pasca kejatuhan harga emas tersebut.

Mengetahui hal itu, Musa juga membantu perekonomian Mesir, yaitu ketika dia pulang dari Mekkah dia membeli kembali emas yang di bagikan itu dengan suku bunga yang lebih tinggi.

Kemudian, dikisahkan dalam perjalanan lain, Musa pernah membawa emas dan membagikannya ketika di jalan, namun emas itu habis sebelum perjalanan berakhir.

Tindakan itu kemudian dikritik oleh rakyatnya, bahwa dia telah menyia-nyiakan sumber daya yang bisa digunakan di dalam kerajaan.

Pengeluaran lain yang tak kalaha terkenal adalah, ketika Musa membayar seorang penyair dengan 200 kilogram emas yang jika dirupiahkan sekarang harganya 8,2 juta dolar amerika atau Rp116 miliar.

Keruntuhan ekonominya ditenggarai ketika dia meninggal pada usia 57, tahun 1337, kemudian dia mewariskan hartanya pada putra-putranya.

Namun mereka tidak bisa mengurusnya, hal itu menyebabkan keruntuhan ekonomi negara tersebut.

Kemudian, kedatangan penjajah Purtugis yang tertarik dengan harta dan kekayaan Mali juga menjadi penyebab utama keruntuhan Mali.

Meski demikian, keteranan dan kekayaan Mali masih melegenda hingga kini di mana ada mitos kota emas di ujung dunia.

Sebuah mercusuar bagi pemburu dan penjelajah kekayan Eropa.

Mansa juga memiliki peninggalan beberapa bangunan masjid unik yang masih berdiri hingga sekarang.

Sumber: intisari.grid.id

Label:

Rabu, 25 September 2019

Masjid Wadi al-Husein, Saksi Sejarah Islam di Thailand Abad ke-17

Masjid Wadi al-Husein, Saksi Sejarah Islam di Thailand Abad ke-17

Masjid Wadi Al Husein adalah salah satu peninggalan sejarah penyebaran Islam di Thailand bagian Selatan, tepatnya di Provinsi Narathiwat.
“Masjid ini dibangun pada 1014 Hijriah (1636 M). Saat itu nama daerah ini masih di Teluk Manok,” kata Khatib Masjid Wadi Al Hussein, Yusuf, 54 tahun, di Lubuk Sawo, Bachok, Narathiwat, Thailand, Selasa, 3 September 2019.

Dia menambahkan usia masjid tersebut telah mencapai lebih dari 380 tahun.

Seiring berjalannya waktu, masjid telah dua kali mengalami perbaikan pada bagian pondasi.

“Pertama kaki-kaki masjid yang dari kayu diperbaiki, namun karena termakan usia dan lapuk, pondasi kaki masjid ditambahi semen pada 1357 Hijriah (1979 M),” ujar pria kelahiran di Pattani, Thailand ini.

Yusuf yang telah mengurusi masjid selama 25 tahun ini mengemukakan, penamaan masjid yang memiliki luas kurang lebih 180 meter persegi itu diambil dari nama orang yang membangun pertama kali.

“Dibangun oleh Wadi Al Hussein, alim ulama di sini pada masa dulu,” kata Yusuf.

Imam masjid saat ini adalah Ramli Talokding, 63 tahun, yang merupakan generasi ketujuh keturunan Wadi Al Hussein.

Menurut dia, ada kedekatan emosional antara Wadi Al Hussein dengan salah satu wali Nusantara yakni Sunan Ampel. Wadi Al Hussein konon ceritanya sepupu Sunan Ampel.

“Masjid ini pernah didatangi Sultan Demak, Sultan Palembang. Dari Malaysia macam datuk-datuk datang untuk melihat,” ujarnya.

Masjid yang terbuat dari kayu itu  terkesan sederhana dan mirip rumah panggung yang di atapnya dipasang beberapa kipas angin.

“Bangunan masjid menggunakan kayu yang orang Melayu sebut kayu cengah. Ada kolaborasi budaya Melayu dan Cina (di segi arsitektur masjid). Budaya Melayu nampak pada ukiran bunga yang ada di ujung-ujung atap. Budaya Cina nampak pada atap masjid,” kata Yusuf.

Yusuf menyebutkan sempat terbersit niat memugar masjid agar lebih besar dan menampung lebih banyak umat, tetapi tidak jadi lantaran akan mengurangi keaslian arsitektur masjid.

“Lebih baik tetap menjaga keaslian. Untuk menjaga masjid ini diperlukan sifat sabar, kepandaian, bersatu padu, sifat ikhlas,” kata Yusuf.

Sumber: tempo.co

Label:

Penghuni Surga Firdaus, Apa Amal Perbuatannya?

Penghuni Surga Firdaus, Apa Amal Perbuatannya?

BincangSyariah.Com – Di antara nama-nama surga Allah terdapat nama surga Firdaus. Dalam awal-awal surah Al-Mu’minun Allah menjelaskan perbuatan-perbuatan baik yang bisa membawa seorang mukmin menuju surga Firdaus-Nya.


قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

“1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, 3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, 4. dan orang-orang yang menunaikan zakat, 5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. 7. Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. 8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. 9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. 10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, 11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (QS: Al-Mu’minun [23]: 1-11)

Di dalam ayat tersebut Allah menjelaskan tentang perbuatan-perbuatan yang bisa mewariskan surga Firdaus. Keberuntungan tersebut bisa diperoleh dengan cara khusyuk dalam shalat. Artinya orang mukmin mengerjakan shalat dalam keadaan tunduk, takut, tenang, menundukkan pandangan dan menunjukkan kehinaannya di hadapan Allah. Selain itu, ia juga harus menghindari dari sesuatu yang batil atau segala sesuatu yang tidak disukai oleh Allah.

Pada ayat selanjutnya bahwa untuk memperoleh surga Firdaus seorang mukmin harus menunaikan zakat. Mayoritas ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud zakat di sini adalah zakat harta meskipun surah tersebut diturunkan di Mekkah sedangakan kewajiban zakat adalah pada tahun kedua hijrah di Madinah. Jumhur juga berpendapat bahwa zakat sudah diwajibkan sejak Nabi saw di Mekkah dan belum hijrah ke Madinah dengan dalil surah Al-An’am;

وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ

“Dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya.” (QS: Al-An’am [6]: 142)

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa zakat tersebut berarti zakat (sucinya) jiwa dari syirik dan perbuatan keji. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan zakat dalam ayat tersebut adalah zakat harta dan zakat jiwa karena mukmin yang sempurna adalah yang melakukan keduanya.

Selanjutnya, menjaga kemaluan-kemaluan mereka atas segala yang diharamkan Allah. Mereka hanya memperlakukannya dengan istri atau budak yang dimiliki. Orang yang melakukan pada selain istri dan budaknya maka ia telah melampaui batas dan berhak mendapatkan siksaan.

Selain itu ia juga harus menjaga amanah dan janji yang telah dipikulnya. Menjaga segala sesuatu yang sudah dpercayakan kepadanya baik antara ia dengan Allah atau antara ia dengan manusia bahkan antara ia dan dirinya. Pada ayat selanjutnya Allah berfirman bahwa orang yang berhak mendapatkan surga Firdaus adalah orang yang menjaga shalat pada waktunya serta menyempurnakan ruku’ dan sujudnya. Perbuatan-perbuatan untuk mendapatkan surga Firdaus ini diawali dengan shalat serta ditutup dengan shalat karena shalat merupakan tiang agama dan perbuatan pertama yang akan dihisab nanti di hari kiamat.

Orang mukmin yang melakukan perbuatan-perbuatan tersebut merekalah yang berhak atas surga Firdaus yang merupakan surga paling atas dan atapnya adalah ‘Arsyur Rahman.

Sumber : bincangsyariah.com

Label:

Sunnahkah Menghitung Zikir Dengan Tangan?

Sunnahkah Menghitung Zikir Dengan Tangan?

BincangSyariah.Com – Pernah menyaksikan orang yang berdzikir dengan meletakkan ujung jempol pada setiap ruas jari? Atau menghitung dzikiran dengan jari yang digenggam kemudian dibuka satu persatu? begitulah cara sebagian orang menghitung jumlah dzikir dalam satuan hitungan. Dalam kitab Nataij Al Afkar fi Takhrij Ahadis Al Azkar hitungan seperti itu dikenal dengan istilah “al’aqd”, yaitu sebuah cara dalam menghitung jumlah dzikir.

Sejumlah riwayat menunjukkan bahwa Rasulullah menghitung tasbih dengan tangannya. Beliau juga memerintahkan sahabatnya untuk menghitung tasbih dengan tangan. Dari Abdullah bin Amr, ia berkata:

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ التَّسْبِيحَ بِيَدِهِ

“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghitung dzikir beliau dengan tangannya.” (HR. Abu Daud)

Keterangan di atas menggambarkan bahwa Rasulullah menggunakan teknis menghitung dzikir dengan menggunakan tangan. Beliau juga memerintahkan sahabat untuk mengikuti caranya dalam menghitung dzikiran dengan tangan. Dari Yusairah binti Yasir Radhiyallahu ‘Anha –salah seorang wanita muhajirah- berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada kami sebagai berikut:

عَلَيْكُنَّ بِالتًّسْبِيحِ، وَالتَّهْلِيلِ، وَالتَّقْدِيسِ، وَاعْقِدْنَ بِاْلانَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْؤُلاتٍ مُسْتَنْطَقَاتٍ، وَلا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ‏

“Hendaknya kalian bertasbih, bertahlil, dan bertaqdis (mensucikan). Dan hitunglah dengan jari jemari, karena itu semua akan ditanya dan diajak bicara, janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa rahmat.” (HR. Ahmad)

Berdasarkan keterangan di atas, beberapa ulama menganjurkan untuk menghitung dzikir dengan tangan, baiknya dengan tangan yang kanan. Namun untuk kondisi yang sekarang, mungkin tangan bisa tergantikan dengan tasbih digital, yang sama berfungsi untuk menghitung bacaan dzikir seseorang. Hikmah lain yang didapat adalah ruas jari-jari tangan dan alat lainnya yang digunakan dalam menghitung dzikir tersebut akan bersaksi di hadapan Allah kelak di hari akhir.

Alhasil, menghitung bacaan dzikir hukumnya adalah sunnah, akan mendapatkan imbalan yang agung jika kita mau mengamalkannya. Cara menghitung dzikir yang Rasulullah contohkan kerap menjadi kebiasaan di kalangan umat Islam secara turun temurun, yang merupakan salah satu iqtida (percontohan) kepada Rasulullah. Cara tersebut tidak hanya dipraktekkan setelah usai melaksanakan shalat saja, melainkan bisa kapan saja dan dimana saja. Dengan demikian kita bisa menghitung dzikiran tersebut dalam kondisi apapun.

Sumber : bincangsyariah.com

Label:

Mengapa Allah Menyukai Orang yang Makan Secukupnya? Ini Kata Imam al-Ghazali

Mengapa Allah Menyukai Orang yang Makan Secukupnya? Ini Kata Imam al-Ghazali

BincangSyariah.Com – Kesederhanaan merupakan bagian dari sikap yang dianjurkan dalam Islam. Apapun bila berlebihan itu tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan, termasuk makan. Oleh karena itu, sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadis demikian.


أحبكم إلى الله أقلكم طمعا وأخفكم بدنا

Orang yang paling Allah cintai itu yang makannya sedikit dan berat badannya ringan. (HR Dailami).

Mengenai hal ini, Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan nasihat Imam al-Ghazali mengenai bahaya makan dan minum terlalu berlebihan.

قال الغزالي: من أبواب الشيطان العظيمة الشبع ولو من حلال فإنه يقوي الشهوات وهي أسلحة الشيطان وروي أن إبليس ظهر لسيدنا يحيى عليه الصلاة والسلام فرأى عليه معاليق من كل شيء فقال: ما هذه فقال: الشهوات التي أصيد بها بني آدم قال: فهل لي فيها شيء قال: ربما شبعت فثقاناك عن الصلاة والذكر قال: لله علي أن لا أملأ بطني أبدا قال إبليس: ولله علي أن لا أنصح أبدا.

Imam al-Ghazali berpendapat, di antara kunci setan paling besar (menggoda manusia) itu melalui kenyang karena makan, walaupun dari makanan yang halal. Kekenyangan itu dapat meningkatkan syahwat, dan itulah senjatan setan.

Diceritakan bawah iblis pernah bertemu Nabi Yahya. Ia melihat iblis membawa kunci (jebakan) segalanya. “Apa ini?” tanya Nabi Yahya penasaran. Ini adalah syahwat yang buat aku jadikan alat pemburu anak Adam. “Bolehkah saya tahu satu saja fungsi dari kunci-kunci itu?” tanya Nabi Yahya memburu. “Kalau Anda kenyang, pasti Anda akan berat melakukan shalat dan zikir,” jawab setan menasihati. “Kalau begitu, aku tidak akan mau kenyang untuk selamanya,” timpal Nabi Yahya. “Aku juga tak akan memberitahu lagi fungsi kunci-kunci lainnya untuk selamanya.”

Oleh karena itu, dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tiga puluh empat imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah

Sumber : bincangsyariah.com

Label:

Pendapat Ulama 4 Mazhab Mengenai Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa’

Pendapat Ulama 4 Mazhab Mengenai Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa’

Ketika terjadi kekeringan di suatu daerah atau tempat tertentu, atau kita sedang membutuhkan turunnya hujan karena terjadi kebakaran.
Maka kita dianjurkan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah melalui doa dan shalat Istisqa.

Adapun mengenai waktu pelaksanaan shalat Istisqa, para ulama berbeda pendapat sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut.

Pertama, ulama Malikiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa waktu pelaksanaan shalat sama seperti waktu pelaksanaan shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Ini juga merupakan pendapat Abu Hamid Al-Isfirayini dan Imam Al-Mahamili.

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Tirmizi dari Ibnu Abbas, dia berkata;

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج متبذلا متواضعا متضرعا حتى أتى المصلى فلم يخطب خطبتكم هذه ، ولكن لم يزل في الدعاء ، والتضرع ، والتكبير ، وصلى ركعتين كما كان يصلي في العيد
Rasulullah Saw berjalan menuju tempat shalat dengan penuh ketundukan, tawadhu’, dan kerendahan hati hingga tiba di tempat shalat. Lalu beliau berkhutbah tidak sebagaimana biasanya, melainkan beliau tidak henti-hentinya berdoa, merendah, bertakbir dan melaksanakan shalat dua rakaat sebagaimana beliau melakukan shalat ‘Id.

Kedua, waktu pelaksanaan shalat Istisqa dimulai sejak pagi seperti permulaan waktu shalat Idul  Fitri dan Idul Adha, dan berakhir hingga waktu shalat Ashar tiba.

Ini adalah pendapat Imam Al-Bandaniji. Menurut beliau, pelaksanaan shalat Istisqa sama seperti shalat Id, baik dalam tata cara maupun dalam waktunya, hanya saja waktu shalat Id berakhir hingga matahari tergelincir, sementara shalat Istisqa berakhir hingga waktu shalat Ashar tiba.

Ketiga, waktu shalat Istisqa tidak terikat dengan waktu tertentu. Artinya, shalat Istisqa boleh dilakukan pagi, siang, dan malam asal tidak dilakukan di waktu-waktu yang dimakruhkan.

Pendapat ketiga ini adalah pendapat ulama Syafiiyah dan pendapat ini merupakan pendapat yang paling kuat dan diikuti oleh mayoritas ulama. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;


وإذا كان بالصلاة والدعاء  فالكل مجمع على منع أدائها في أوقات الكراهة وذهب الجمهور الى انها تجوز في اي وقت عدا اوقات الكراهة
Jika meminta hujan melalui shalat Istisqa dan doa, maka seluruh ulama sepakat bahwa dilarang melakukan shalat Istisqa di waktu-waktu yang dimakruhkan melaksanakan shalat.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa shalat Istisqa dilakukan di waktu kapan saja selain waktu-waktu yang makruh melakukan shalat.

Sumber: bincangsyariah.com

Label:

Senin, 23 September 2019

Agar Dicintai Allah, Amalkan Dzikir Ini Tiap Pagi dan Sore

Agar Dicintai Allah, Amalkan Dzikir Ini Tiap Pagi dan Sore

Menjadi hamba Allah yang dicintai dan diridhai-Nya merupakan keinginan setiap Muslim.
Agar Dicintai Allah, Amalkan Dzikir Ini Tiap Pagi dan Sore
Apalagi kita yang orang biasa ini seringkali melakukan dosa yang sengaja maupun tidak disengaja.

Karena itu, mengandalkan amalan yang kita perbuat selama di dunia untuk bekal di akhirat bukan menjadi jaminan satu-satunya.

Ada baiknya kita mengistiqamahkan membaca zikiran riwayat sahabat Abu Salam yang mendengar Rasulullah saw. bersabda.

مامن عبد مُسلم يَقُول حِين يصبح ثَلَاثًا وَحين يُمْسِي رضيت بِاللَّه ربّاً وبالإِسلام دينا وَبِمُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم نَبيا إِلَّا كَانَ حَقًا على الله أَن يرضيه يَوْم الْقِيَامَة
“Seseorang hamba Allah yang Muslim mengistiqamahkan bacaan zikir setiap pagi dan sore sebanyak tiga kali yang berupa rodhitu billahi robba wa bil islami dina wa bi muhammadin nabiyya (aku rela Allah menjadi tuhanku, Islam agamaku, dan Nabi Muhammad nabiku) itu pasti akan mendapat keridhaan Allah sampai hari kiamat nanti.”

Dari penjelasan di atas kita dapat mengamalkan zikiran tersebut setiap pagi dan sore sebanyak tiga kali. Hadis ini diriwayatkan dalam kitab ‘amalul yaum wal lailah karya Imam al-Nasai.

Sumber: islami.co

Label:

Rindu dengan Seseorang, Baca Doa Pelepas Rindu di Dalam al-Qur’an Ini

Rindu dengan Seseorang, Baca Doa Pelepas Rindu di Dalam al-Qur’an Ini

Saat kita jauh dari pasangan kita atau orang-orang yang kita sayangi, seperti keluarga atau orangtua, biasanya ada rasa rindu dalam hati.
Apalagi jika perpisahan begitu lama dan jarak begitu jauh, tentu kita hanya bisa berbagi suara lewat telfon atau lewat aplikasi berbagi pesan.

Dalam surat Yusuf, terdapat satu ayat yang dianggap doa pelepas rindu. Ayat ini juga dianggap sebagai ayat mempercepat datangnya jodoh.

Ayat ini juga kerap dibacakan Nabi Yusuf bila kangen istrinya, Siti Zulaikha.

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
Idz Qoola yuusufa liabyhi Ya abaati inniy roaitu ahada ‘asyaro kaukaban wassamsya walqomaro roaituhum liy saajidin

Artinya:
“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”. (QS Yusuf: 4)

Sumber: islami.co

Label:

Sabtu, 21 September 2019

Prajurit TNI Sholat Beralaskan Daun di Sela-sela Tugasnya Padamkan Kebakaran Hutan

Prajurit TNI Sholat Beralaskan Daun di Sela-sela Tugasnya Padamkan Kebakaran Hutan

Di sela perjuangannya memadamkan kebakaran hutan dan juga lahan (karhutla) , anggota kodim 0913/penajam paser utara senantiasa melakukan kewajiban salat walaupun beralaskan daun sawit.
Perihal tersebut di informasikan dandim 0913/ppu, letkol inf mahmud, dalam luncurkan tertulisnya di kabupaten paser penajam utara, kaltim, senin (16/9/2019).

Dilansir tribunpapua. com dari halaman formal Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat (AD), selasa (17/9/2019) , dandim ungkapkan untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di mana juga berposisi dan juga bertugas, melakukan ibadah menggambarkan sesuatu kemutlakan.

“walaupun lagi bertugas di lapangan, ibadah menggambarkan prioritas, bagaikan ungkapan syukur kepada si khalik, ” ucapnya dandim.

Lebih lanjut dikatakan, dengan beribadah meminta proteksi tuhan yang maha esa, tugas seberat whatever mampu dilaksanakan.

“sebagai pimpinan, perihal serupa ini senantiasa aku sampaikan kepada anggota, supaya tugas yang kita kerjakan menemukan ridhonya, ” jelasnya.

Perihal ini pulalah yang dicoba prajurit kodim pada minggu (14/6/2019) , walaupun lagi melakukan tugas pemadaman lahan gambut di rt. 11 dan juga rt. 12 kelurahan petung, dan juga rt. 003 desa giripurwa.

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut melakukan salat zuhur di dasar tumbuhan sawit dengan beralaskan daun sawit dan juga pakaian seragamnya bagaikan sajadah.

“jelang waktu salat zuhur, anggota menyudahi buat istirahat di dekat posisi, terdapat yang dimanfaatkan buat bersantai dan juga terdapat pula anggota menikmati singkong yang sudah matang, ” jelasnya.

“bagi anggota yang beragama islam melakukan salat zuhur di dasar tumbuhan sawit, sudah menggambarkan rutinitas masing – masing hari, ” cerah mahmud.

Di informasikan pula, merambah hari ke – 6 proses pemadaman kebakaran lahan gambut ini diperkirakan sudah menggapai 80 % dan juga diperkirakan buat luasan zona yang dibakar telah menggapai kurang lebih 110 hektar.

“namum tidak menutup mungkin dapat timbul berulang asap pada pagi hari. buat seperti itu, prajurit kodim senantiasa memantau dan juga berposisi di lapangan, ” tuturnya.

Dipaparkan pula, sepanjang proses pemadaman api, hambatan utama merupakan lambatnya perlengkapan karhutla ke tkp karna medan yang susah dijangkau kendaraan.

“tapi kita tidak menyerah, dengan antusias dan juga sokongan seluruh pihak, kita senantiasa usahakan sebisa bisa jadi proses pemadaman ini kilat tuntas, ” tutupnya.

( sumber: tribunnews. com )

Label:

Kamis, 19 September 2019

Tak Disangka, Ternyata Pusaka Tua Milik Suku Papua Ini Adalah Sebuah Al-Qur’an

Tak Disangka, Ternyata Pusaka Tua Milik Suku Papua Ini Adalah Sebuah Al-Qur’an

Islam telah lama masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu, hal ini terbukti dengan masih ada peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.
Di sebuah wilayah antara Sorong dan Papua terdapat sebuah suku di pinggir pantai, kebanyakan di wilayah itu muslimin, namun mereka tak ada lagi yang mengajarkan Islam hingga turun temurun, mereka muslim tapi tak tahu agama Islam.

Mereka sudah tidak kenal syahadat, mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi, padahal babi adalah santapan yang masyhur di Irian, mereka menganggap itu hukum adat.

Padahal itu hukum Islam, dan kepala suku mempunyai satu barang yang dikeramatkan, ia adalah sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun temurun yang dipegang oleh kepala suku dari generasi ke generasi, mereka tak tahu benda apa itu.

Ketika mulai banyak para nelayan muslimin yang datang, mereka minta sebidang tanah pada kepala suku untuk musholla, maka kepala suku mengizinkan.

Lalu mereka berkunjung kerumah kepala suku, dalam sambutan hangat itu kepala suku menunjukkan pusaka yang disimpan ratusan tahun dan diwariskan dari datuk datuknya.

Habib Munzir al Musawa di PapuaKetika kotak itu dibuka, maka para nelayan Muslim pun kaget dan bertakbir, ternyata isinya adalah Alqur’an yang sudah sangat tua Subhanallah.

Mereka ternyata sejak berabad abad sudah muslim, namun karena mungkin tak ada para dai dai pengganti, maka ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali.

Tinggallah pusaka yang diwasiati turun temurun itu yang ada pada mereka, ternyata ia adalah Kitabullah, Alqur’anulkarim.

pusaka-tua-milik-suku-papua-ini-adalah-sebuah-al-quran

Maka kepala suku ini pun kembali memeluk Islam, tak lama kabar sampai kepada Koramil dan kecamatan yang camat dan Danramil adalah Nasrani.

Mereka memanggil kepala suku itu dan mendampratnya habis habisan karena telah memberi sebidang tanah untuk muslimin membangun Musholla.

Kepala suku dipaksa untuk mengusir mereka dan kepala suku tetap pada pendiriannya, maka kepala suku itu ditelanjangi hingga hanya celana dalamnya yang disisakan.

Lalu ia disiksa dan dicambuki dengan kulit ikan pari, Ikan pari terkenal dengan kulitnya yang penuh duri tajam yang beracun, kepala suku tetap tidak mau merubah keputusannya.

Ia tetap ingin mempertahankan pusaka Alqur’an dan tak mau mencabut izin untuk pembangunan mushalla. Subhanallah.

Sumber: islamku.top

Label:

Minggu, 15 September 2019

Hukum Sholat Memakai Celana Ketat Jeans

Hukum Sholat Memakai Celana Ketat Jeans

Pertanyaan:
Apa hukumnya sholat menggunakan celana jeans?
Jawaban:
Alhamdulillah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaah. Amma ba’du;

Telah kita ketahui bersama bahwa ketika seseorang sholat maka ia harus menutup auratnya.

Para ulama’ sepakat bahwa menutup aurat adalah wajib dan menurut Jumhur (mayoritas) ulama’ menutup aurat termasuk syarat sahnya sholat. Aurat perempuan yaitu seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangannya.

Adapun aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Akan tetapi terdapat sebuah hadits yang melarang seorang laki-laki untuk sholat dengan pundak terbuka.

Ketika seseorang sholat hendaknya tidak hanya sekedar menutup auratnya, namun seyogyanya juga berhias dengan memilih pakaian yang bagus, bersih, rapi dan sempurna dalam menutup aurat. Allah Ta’ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Wahai anak cucu Adam! Ambilah perhiasanmu (pakaian) pada setiap (memasuki) masjid” (QS. Al-A’raf: 31)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di (1376 H) didalam menafsirkan ayat ini, beliau berkata:

أي: استروا عوراتكم عند الصلاة كلها، فرضها ونفلها، فإن سترها زينة للبدن، كما أن كشفها يدع البدن قبيحا مشوها.
“Yaitu; tutuplah aurat kalian setiap kali hendak sholat, baik yang wajib ataupun yang Sunnah, karena sesungguhnya menutup aurat adalah hiasan untuk badan sebagaimana menyingkapnya akan membiarkan badan terlihat tidak bagus.”

Kemudian beliau melanjutkan:

ويحتمل أن المراد بالزينة هنا ما فوق ذلك من اللباس النظيف الحسن، ففي هذا الأمر بستر العورة في الصلاة، وباستعمال التجميل فيها ونظافة السترة من الأدناس والأنجاس.
“Dan terdapat kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan kata perhiasan (زِيْنَة) didalam ayat ini apa yang lebih dari itu (menutup aurat), yaitu pakaian yang bersih dan bagus, maka didalam perintah ini (terdapat perintah) untuk menutup aurat ketika sholat dan (perintah) untuk memakai (pakaian) yang memperindah serta bersih dari kotoran dan najis.” (Taisirul kariimirrahman: 287)

Perintah menutup aurat didalam sholat adalah perintah umum yang tidak ada ketentuan khusus baik bentuknya, warnanya ataupun jenis kainnya, maka selama pakaian itu menutup aurat dengan sempurna, suci dari najis dan bukan pakaian yang terlarang maka boleh digunakan didalam sholat sebagaimana boleh dikenakan diluar sholat, Karena pada asalnya hukum pakaian adalah mubah (boleh) selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Imam An-Nawawi (676 H) mengatakan:

ويكفي الستر بجميع أنواع الثياب والجلود والورق والحشيش المنسوج وغير ذلك مما يستر لون البشرة وهذا لا خلاف فيه
“Dan terpenuhi menutup aurat dengan seluruh macam jenis pakaian, kulit, daun, rumput yang dianyam dan lainnya yang menutupi warna kulit dan ini tidak ada perbedaan pendapat didalamnya.” (Al-Majmu’ :3/170)

Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri –semoga Alloh menjaga beliau- menerangkan sifat pakaian sholat dalam tiga point:

Pertama: Disunnahkan bagi seorang muslim untuk shalat mengenakan pakaian yang bagus dan bersih karena Alloh adalah yang paling berhak untuk kita berhias dihadapan-Nya.

Kedua: Seorang muslim memakai pakaian yang dia kehendaki dan tidaklah diharamkan baginya kecuali yang haram secara dzatnya seperti; sutra untuk laki-laki atau yang terdapat gambar bernyawa maka diharamkan bagi laki-laki dan wanita, dan yang haram karena sifatnya seperti; pakaian yang isbal (menjulur hingga bawah mata kaki) atau seorang laki-laki yang sholat mengenakan pakaian wanita, dan yang haram karena cara memperolehnya seperti; pakaian hasil menggosop atau curian, dan semisalnya yang didalamnya terdapat fitnah atau syuhrah (ketenaran).

Ketiga: Lebih utama seseorang sholat dengan memakai jubah atau sarung dan pakaian atas. Diperbolehkan seseorang sholat memakai celana bagi yang kebiasaannya memakainya jika longgar, tidak terawang dan tidak membentuk aurat. (Mukhtashar Al-Fiqhil Islamy:429)

Jadi selama celana jeans tersebut suci, menutup aurat, longgar, tidak ketat bukan pakaian syuhrah dan tidak tasyabuh(menyerupai) dengan orang kafir atau orang-orang fasiq maka tidak mengapa seseorang sholat dengan mengenakannya, tentunya celana ini bagi kaum laki-laki.

Akan tetapi lebih utama jika ia mengenakan gamis atau jubah diatasnya karena hal itu lebih sempurna menutup antara pusarnya hingga lututnya.

Jika tidak mengenakan gamis atau jubah, sholat mengenakan sarung lebih utama dari pada mengenakan celana karena sarung lebih sempurna menutup aurat dari pada celana.

Dan kami nasehatkan bagi saudara-saudara muslim kami untuk sangat memperhatikan pakaiannya setiap kali hendak sholat.

Sering kami jumpai sebagian saudara kita mendirikan sholat dengan mengenakan baju kaos yang sangat pendek sehingga ketika ruku’ dan sujud tersingkap auratnya.

Tentunya yang demikian ini dapat membatalkan sholatnya karena tak memenuhi syarat menutup aurat.

Alangkah baiknya jika kita menyiapkan pakaian yang bagus bersih sempurna dalam menutup aurat yang kita bawa kemana pun kita pergi sehingga ketika waktu sholat tiba kita dapat menghadap kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam keadaan sebaik munkin. Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan.

Wallahu ta’ala a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com

Label: